Belajar Menjadi Muslimah Sholehah

Belajar Menjadi Muslimah Sholehah
Hamba Allah yang membutuhkan ridho dan cinta-Nya

Selasa, 04 September 2012

Nasehat semangat dari Mbak Tin. :)


Manisnya puncak keyakinan kepada Allah akan sangat terasa ketika apa yang kita yakini uda menjadi kenyataan.. :)

Nasehat dari mbak tin. "Yang penting tetp istiqomah, tetep kokOh dan tegar jalani saja hidupnya sebaik dan se profesional mungkin biar Allah yg akan tentukan apa yg kita temui di perjalanan proses menunggu kita, proses kita terus menurus menjdi baik, trus menerus meningkatkan kualitas
diri, trus menerus menjd sholehah, trus menerus menjdi lebih kuat, trus menerus belajar, bersabar, trus menerus meng up grade ruh, otak, kecerdasan ilmu dan kesehan fisik terus menerus membangun husnodzhon dan keyakinan kita kepada Allah itulah TARBIYAH. tarbiyah tidak hanya matari LQ, kemampuan kita terus menerus berproses lebih baik dan lebih indah dari sebelumnya, .....

itulah TARBIYAH sesungguhnya dan jalan ini hanya untuk orang yg KUAT yg mau menguatkan dirinya untuk tegar di jalan Allah, jangan heran kalo ada yg enggak istiqomah, karna memang hanya orang2 yg kuat yg sabar "menunggu hasil" dari prosesnya selama ini.. semua ini adalah bagian perjalanan yg harus eka tempuh, lewati saja kelak ada banyak hikmah di depan sana.. tugas kita hanya menjadi profesional dalam perjalanan hasilnya serahkan kepada ALLAH kelak akan datang masa seleksi, selalu ingat seleksi Allah sangat ketat jika tidak lulus seleksi, sama seperti di kampus, kita harus mengulang materi lagi dan ini lebih memberatkan lagi .

Jadi tinggal pilih capek berproses dan profesional untuk BERHASIL, atau santai dan bersikap sesukanya untuk MENGULANG, Mbak yakin eka tahu betul jawabannya"

InsyaAllah mbak..eka pasti bisa... smga nasehat ini bisa bermanfaat buat semuannya :)

Senin, 03 September 2012

*>>.....Kerinduan Hati Ini.....<<*


Tidak mungkin suatu kerinduan akan timbul di hati, ketika tidak ada rasa cinta di dalam jiwa

Tidak mungkin ada air mata yang mengalir, dikala rindu sedang menyapa

Tidak mungkin ada cinta yang tertanam kokoh di hati, jika tidak ada kebaika
n di dalamnya



Hati memang tidak bisa berbohong, karena hati yang merasakanSebuah kerinduan yang, yang tidak menentu didalam jiwa

Hati menangis karena karena menahan sebuah rasa cinta, yang terbatas karena hijab



Ku tak tahu dan belum yakin apakah rasa kerinduan ini hanya bersipat sementara

dan hilang seiring berjalannya sang waktu atau untuk selamanua. Sosok yang baik, ramah, penyayang, lembut dll

yang sempat meluluhkan hatiini yang dulunya sekeras baja, terhadap orang yang belum pernah ku kenal.



Mungkin karena kebaikanmu dan kesabaranmu dahulu, yang menimbulkan rasa rindu ini kembali menyapa

Rasa yang mungkin sempat tumbuh, yang sekarang pohon yang sempat tertanam dahulu menuai hasil, karena di panen belum pada waktu yang tepat. Semuanya insyaAllah akan di terima dengan lapapang dada, sebagai tarbiyah yang yang telah Allah berikan padaku.



Allah telah mengajarkan kepadaku bagaimana rasa menyayangi yang bisa di timbulkan dari kebaikan, sebuah rasa yang bukan di buat-buat, tetapi hadir dengan sendirinya, yang insyaAllah akan terasa dengan nikmat dikala rasa rindu menyapa, di situlah hati ini tarasa berlawanan untuk menentukan mana yang sebaiknya harus ku lakukan, bukan hanya untuk menuruti keinginan hati saja. disitulah ku bisa belajar siapa yang lebih layak kurindui di antara orang yang kurindui atau sang pencipta rasa rindu itu.Mungkin berbagai cara akan ku lakukan untuk tidak di kalahkan oleh rasa rindu semu ini, karena ku yakin nanti pasti ada yang lebih berhak cemburu jika rasa ini selalu masi bersemayam di dalam jiwa ini, sebuah kerinduan yang tak seharusnya ada karena rasa itu belum halal untukku, dan mungkin tidak akan pernah halal untukku, tapi hanya Allah yang maha tau dan membolak-balikkan hati seseorang.



Selalu teringat apa yang di katakan orang, dan didalam surat An-Nur : 26. kurang lebih orang yang insyaAllah akan takdirkan menjadi pendamping hidup kita itu tidak lebih, mencerminkan diri kita sendiri, wallahu a'lam



Kadang ku berpikir, ketika diriku memikirkan atau merindukan orang lain yang bukan mahramku, mungkin orang yang akan ditakdirkan menjadi pendampingku juga melakukan hal yang sama denganku, yang merindukan orang lain bukan diriku.Kadang ku berpikir, ketika lisan ini bercanda dengan orang yang bukan mahramku, apa mungkin juga orang yang di takdirkan untuk jadi pendampingku juga sedang bercanda ria dengan orang yang juga bukan mahramnya.



Kadang ku berpikir, ketika lisan ini berzina , mata, pendengaran ini berzina, apa mungkin orang yang telah di takdirkan untuk jadi pendampingku juga melakukan hal yang sama.



Ya Rabb, sungguh jika diriku mengetahui itu semua pasti diriku akan sangat cemburu, mungkin juga dengan orang yang akan ditakdirkan untuk menjadi pendampingku nanti jika ia tau pasti akan cemburu dan sedih.Dan kadang ku juga berpikir ketika diriku menahan sebuah rasa kerinduan yang belum halal untukku, sekalipun terasa perih dan air mata menjadi pengganti kerinduan ini, mungkin orang yang akan di takdirkan untuk menjadi pendamping hidupku nanti juga melakukan hal yang sama, berusaha menahan rasa rindu untuk tidak di berikan kepada orang yang belum berhak menerimanya. Dan berusaha memberikan seutuhnya sebuah rasa rindu yang halal tanpa terhijab lagi hanya kepada orang yang telah resmi menjadi pendamping hidupku, Aamiin,La Tahzan.



Siapa tahu orang yang akan di takdirkan untuk menjadi pendamping hidup dan akhiratku nanti sekarang juga sedang merindukan kehadiranku, begitupun juga sebaliknya insyaAllah. Semoga Allah mempermudah jalan kita menuju Jannah-Nya, melalui ikatan cinta yang suci dalam sebuah pernikahan, bukan pacaran, atau TTM (Teman Tapi Mesra).Tetep semangat ya wahai diriku yang dhoif ini, dan saudari-saudariku yang lainnya.. Senyum semangat buat semuanya. :)